Dashboard operasional
Pantau performa, status pekerjaan, dan indikator bisnis.
Untuk bisnis yang prosesnya sudah terlalu penting untuk terus dikerjakan lewat spreadsheet, chat, dan laporan manual.
Estimasi project
mulai dari Rp3 juta
Estimasi final mengikuti scope, kompleksitas workflow, jumlah role, integrasi, dan kebutuhan deployment.
Biasanya tanda-tandanya muncul saat proses operasional mulai melambat, sulit dipantau, atau terlalu bergantung pada satu orang.
Data operasional tersebar di banyak spreadsheet.
Approval dan follow-up sering tertahan karena status tidak jelas.
Laporan penting masih dibuat manual setiap minggu atau bulan.
SaaS umum tidak mengikuti workflow internal yang sudah berjalan.
Setiap solusi disusun berdasarkan proses bisnis, role pengguna, dan data yang perlu dipantau.
Pantau performa, status pekerjaan, dan indikator bisnis.
Kelola pipeline, follow-up, dan histori pelanggan.
Rapikan request, stok, mutasi, dan laporan barang.
Buat proses approval dan handover lebih jelas.
Kurangi rekap manual dengan laporan yang konsisten.
Project tidak berhenti di tampilan. Output dibuat agar sistem bisa dipahami, digunakan, dan dikembangkan setelah handover.
PRD dan user flow
UI/UX design
Web app atau admin panel
Setup database dan deployment
Testing, handover, dan dokumentasi
Setiap tahap dibuat agar scope, keputusan, dan prioritas project tidak kabur.
Memahami masalah operasional, target bisnis, dan konteks kerja tim Anda.
Memetakan alur kerja, peran pengguna, data utama, dan titik hambatan yang perlu dibereskan.
Menyusun prototype awal, kebutuhan sistem, prioritas fitur, dan alur penggunaan sebagai dasar development.
Membangun sistem secara bertahap dengan iterasi yang terkontrol dan review berkala.
Menguji alur utama, akurasi data, hak akses, dan kesiapan sistem sebelum digunakan.
Men-deploy sistem, menyiapkan dokumentasi, dan memastikan tim siap menggunakannya.
Ceritakan workflow yang ingin dirapikan agar scope dan prioritas awalnya bisa dipetakan dengan jelas.